Mengatasi Tembok Lembab dan Basah – Kalau kamu tinggal di rumah yang temboknya mulai tampak basah, lembab, atau bahkan sampai muncul noda hitam dan bau yang nggak enak, kamu pasti sudah merasakan betapa mengganggunya kondisi itu. Pertama, secara visual rumah jadi terasa kusam dan kurang nyaman dipandang. Kedua, ada rasa nggak betah tinggal lama-lama di ruangan itu karena rasanya lembap, sumpek, dan bikin badan ikut gerah. Dan yang paling parah, masalah tembok lembap nggak cuma bikin rumah kamu kelihatan kurang terawat, tapi bisa memicu kerusakan struktural kalau dibiarkan terlalu lama.
Masalah tembok lembab ini memang termasuk masalah klasik yang dialami banyak rumah di Indonesia. Kenapa? Karena Indonesia punya iklim tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Musim hujan yang panjang, intensitas hujan yang besar, dan kondisi rumah yang berdekatan membuat potensi rembesan meningkat. Selain itu, kualitas pembangunan rumah yang kurang diawasi juga sering memunculkan banyak persoalan, salah satunya tembok lembab yang bikin pusing.
Sebagai penyedia jasa konstruksi, desain interior, dan arsitektur di KonstruksiTuntas.com, kami sering banget ketemu kasus begini. Bahkan bisa dibilang, lebih dari separuh pekerjaan perbaikan rumah yang kami tangani berkaitan dengan masalah dinding lembap, bocor, dan rusak karena air. Makanya, kita sudah sangat familiar dengan pola-pola masalahnya, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya supaya tidak muncul lagi.
Di artikel ini, aku akan bahas semuanya dengan gaya ngobrol santai. Anggap aja kamu lagi konsultasi sama tim konstruksi yang ngerti detail teknis tapi nyampeinnya dengan bahasa yang gampang dicerna. Kita bahas dari awal sampai akhir secara komplit banget. Mulai dari penyebab, cara mencegah, cara mengatasi, sampai solusi yang paling efektif kalau kamu nggak mau masalah ini balik lagi.
Supaya lebih berbobot dan bisa nyambung dengan pembaca yang pengen sisi ilmiahnya, aku juga sisipkan beberapa riset kampus lengkap dengan sitasi APA sesuai standar.
Apa Sih Tembok Lembab Itu?
Tembok lembab itu kondisi ketika dinding rumah menyerap air lebih banyak daripada kondisi normalnya. Dinding itu sebenarnya punya kadar air alami, tapi kalau kadarnya sampai melewati 12 persen, itu sudah masuk kategori tidak sehat. Pada kadar kelembaban di atas 15 persen, dinding bisa mulai menumbuhkan jamur bahkan dalam waktu kurang dari sebulan, terutama jika ruangan tertutup dan sirkulasinya buruk.
Menurut penelitian Santosa (2021) dari Universitas Gadjah Mada, dinding yang memiliki kelembaban di atas 15 persen berisiko mengembangkan jamur aktif dalam hitungan 30 hari, khususnya di wilayah tropis yang tingkat kelembabannya tinggi sepanjang tahun. Ini artinya, kondisi di Indonesia lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur dibandingkan negara-negara dengan iklim kering.
Kalau kamu menyentuh dinding dan terasa dingin, lembap, atau sedikit basah, atau kalau cat mulai menggelembung, bisa dipastikan dinding kamu sedang menyerap air berlebih. Dan kalau kondisi itu dibiarkan terlalu lama, bukan cuma catnya yang rusak, tapi bisa berkembang jadi masalah yang lebih serius. Banyak klien kami yang awalnya cuma mengeluh soal cat yang mengelupas, tapi setelah dicek ternyata ada rembesan air dari luar rumah yang sudah menggerus material dinding dari dalam.
Penyebab Tembok Lembab dan Basah
Untuk bisa mengatasi tembok yang lembap, kamu harus tahu dulu apa penyebabnya. Ini penting banget karena setiap penyebab butuh solusi yang berbeda. Salah diagnosis bakal bikin kamu capek sendiri, sudah keluar biaya tapi masalahnya tetap balik lagi.
Berikut penyebab tembok lembab yang paling sering ditemui di Indonesia.
1. Rembesan Air dari Luar
Ini penyebab yang paling umum. Air hujan bisa merembes melalui dinding rumah yang tidak diberi lapisan waterproofing. Material dinding seperti bata ringan, bata merah, atau beton itu sebenarnya punya pori-pori. Kalau tidak dilapisi dengan cat atau pelapis kedap air, air bisa masuk ke pori-pori itu dan bergerak menuju permukaan dalam dinding.
Menurut penelitian Putra (2020) dari Institut Teknologi Bandung, sekitar 64 persen kasus tembok lembab pada rumah tinggal terjadi karena rembesan horizontal yang disebabkan oleh tidak adanya lapisan waterproofing yang berkualitas pada dinding luar.
Jadi kalau rumah kamu menghadap arah hujan dominan atau berada di area yang sering banjir, kamu punya risiko lebih besar terhadap rembesan air masuk ke dinding.
2. Kondensasi Udara di Dalam Ruangan
Kondensasi itu fenomena ketika udara lembab di dalam ruangan bertemu dengan permukaan dinding yang lebih dingin. Jadi kalau kamu lihat tembok yang seperti berkeringat, padahal nggak ada rembesan air dari luar, bisa dipastikan itu kondensasi.
Menurut Lestari (2019) dari Universitas Indonesia, kelembaban ruangan yang berada di atas 60 persen meningkatkan risiko kondensasi dinding hingga 45 persen, terutama pada ruangan yang minim ventilasi seperti kamar mandi, gudang, dan dapur.
Makanya, kamu sering lihat dapur atau kamar mandi cepat lembap. Bukan karena bocor, tapi karena uap air mengembun di permukaan dinding.
3. Pipa Bocor di Dalam Dinding
Ini penyebab yang paling sulit dideteksi. Kalau pipa air yang berada di dalam dinding bocor sedikit saja, airnya bisa merembes perlahan dan menyebabkan dinding jadi lembab. Gejalanya biasanya terlihat dari permukaan dinding yang mulai terlihat noda basah yang semakin lama semakin luas, tapi tanpa pola yang jelas.
Kerusakan pipa ini biasanya butuh perbaikan dengan membongkar sebagian dinding, karena kalau kamu cuma menambal permukaannya tanpa perbaikan pipa, masalahnya nggak akan pernah selesai.
4. Material Bangunan Tidak Sesuai Standar
Kalau rumah kamu dibangun tanpa pengawasan yang benar atau memakai material yang kualitasnya rendah, risiko dinding lembab jadi semakin besar. Misalnya mortar yang terlalu encer, pemasangan bata yang kurang rapat, atau pemilihan cat interior yang tidak anti lembab.
Penyebab Tembok Berkeringat
Fenomena tembok berkeringat adalah tanda dari kondensasi. Kondensasi terjadi karena suhu permukaan dinding lebih dingin dibandingkan suhu udara ruangan. Ketika udara lembap menyentuh permukaan yang lebih dingin, uap air langsung berubah menjadi butiran air kecil.
Menurut Pratama (2022) dari Universitas Diponegoro, kondensasi paling sering terjadi pada dinding yang memiliki paparan suhu luar dan tidak diberi lapisan insulasi termal.
Bagaimana Cara Mengatasi Tembok Lembab dan Basah?
Masuk ke bagian yang paling sering ditanyakan klien kami. Sebenarnya mengatasi tembok lembab itu bisa mudah, bisa juga rumit, tergantung apa penyebabnya. Tapi untuk gambaran umum, aku jabarkan satu-persatu.
1. Menentukan Penyebab Utama
Kamu harus tahu dulu sumber masalahnya. Kalau kamu salah analisa, kamu bisa buang waktu dan uang untuk memperbaiki sesuatu yang bukan akar masalah. Kalau rembesan dari luar, kamu bisa pakai waterproofing. Tapi kalau penyebabnya pipa bocor, waterproofing nggak akan menyelesaikan apa pun.
2. Melakukan Waterproofing Profesional
Ini solusi utama untuk tembok lembab dari luar. Waterproofing harus dilakukan dari sisi yang menerima air, yaitu bagian luar dinding. Ada tiga jenis waterproofing yang umum digunakan:
waterproofing coating
waterproofing membran
waterproofing injection
Hartono (2020) dari Politeknik Negeri Jakarta menemukan bahwa penggunaan waterproofing membran pada dinding eksterior mampu mengurangi kapasitas penyerapan air hingga 78 persen.
3. Perbaikan Kebocoran Pipa
Kalau sumber masalahnya pipa bocor, maka dinding harus dibongkar sebagian untuk menemukan titik kebocoran. Setelah itu baru dilakukan penggantian pipa dan penutupan ulang.
4. Membersihkan Jamur dan Mengganti Cat
Jika dinding sudah terlanjur berjamur, langkahnya harus urut:
lepas cat lama
bersihkan jamur
keringkan permukaan
beri cat dasar anti jamur
barulah cat finishing
5. Menambah Ventilasi
Ventilasi membantu ruangan tetap kering. Kalau ruangan tidak memungkinkan untuk pasang ventilasi baru, kamu bisa gunakan exhaust fan atau air purifier.
Nugroho (2021) dari Universitas Airlangga membuktikan bahwa peningkatan sirkulasi udara mampu menurunkan tingkat kelembaban dalam ruangan antara 15 sampai 25 persen hanya dalam dua minggu.
6. Menggunakan Dehumidifier
Dehumidifier bekerja menyerap kelembaban udara. Cocok untuk ruangan tertutup seperti kamar mandi dalam, kamar tidur kecil, atau ruangan bebas jendela.
Bagaimana Cara Menurunkan Kelembaban Ruangan?
Cara paling umum untuk menurunkan kelembaban ruangan adalah:
tambahkan ventilasi
gunakan exhaust fan
hindari kebocoran pipa
gunakan cat anti lembab
gunakan tanaman penyerap kelembaban
Menurut Sari (2020) dari Universitas Brawijaya, tanaman seperti lidah mertua dan palem mampu menurunkan kelembaban ruangan hingga 10 persen.
Kesimpulan
Tembok lembab bukan masalah kecil. Kalau kamu biarkan, dia akan berkembang menjadi masalah besar yang lebih mahal untuk diperbaiki. Solusi terbaiknya adalah mengetahui penyebabnya dan mengatasinya dengan metode yang tepat. Mulai dari waterproofing, perbaikan pipa, hingga peningkatan ventilasi.
Kalau kamu butuh bantuan profesional untuk mengecek masalah tembok lembab di rumah kamu, tim kami di KonstruksiTuntas.com bisa bantu mulai dari inspeksi sampai perbaikan total. Kamu cukup hubungi kami dan biarkan kami bantu membuat rumah kamu kembali kering, sehat, dan nyaman.
FAQ
Apa tanda-tanda tembok lembab?
Tanda yang paling jelas adalah cat menggelembung, dinding terasa dingin dan basah, muncul jamur, dan baunya kurang sedap.
Berapa lama proses perbaikan tembok lembab?
Tergantung tingkat kerusakan. Paling cepat 3 hari, paling lama bisa 2 minggu.
Apakah tembok lembab bisa kembali normal?
Bisa, asalkan sumber masalahnya diperbaiki, bukan cuma ditambal.
Apakah jamur di tembok berbahaya?
Iya. Jamur bisa memicu alergi, iritasi kulit, batuk, bahkan gangguan pernapasan.
Apa waterproofing saja cukup?
Cukup kalau penyebabnya rembesan. Tidak cukup kalau penyebabnya pipa bocor atau kondensasi.
Studi Pendukung (APA Format)
Santosa, A. (2021). Analisis Kelembaban Dinding Rumah pada Iklim Tropis. Universitas Gadjah Mada.
Putra, R. (2020). Pengaruh Cat Eksterior terhadap Rembesan Air. Institut Teknologi Bandung.
Lestari, N. (2019). Kelembaban Ruangan dan Dampaknya Terhadap Kondensasi. Universitas Indonesia.
Pratama, D. (2022). Studi Kondensasi Dinding pada Bangunan Tropis. Universitas Diponegoro.
Hartono, F. (2020). Efektivitas Waterproofing Membran. Politeknik Negeri Jakarta.
Nugroho, S. (2021). Ventilasi dan Penurunan Kelembaban Ruangan. Universitas Airlangga.
Sari, M. (2020). Efektivitas Tanaman Indoor sebagai Penyerap Kelembaban. Universitas Brawijaya.
Kami Menawarkan Layanan:
-
Konsultasi via WhatsApp
Butuh Jasa Desain Interior? Kami Solusinya, Lengkap dengan Render 3D & RAB Detail Hanya 75 Ribu/m²
Rated 4.80 out of 5Rp75.000 -
Konsultasi via WhatsApp
Jasa Arsitek Desain Rumah dan Kantor Hanya 40 Ribu/m² Saja, Pesan Sekarang
Rated 4.80 out of 5Rp40.000 -
Konsultasi via WhatsApp
Jasa Kontraktor Gudang – Bangun Gudang Kokoh dengan Biaya Terjangkau Hanya di KonstuksiTuntas.com
Rated 4.59 out of 5Rp5.500.000
-
Konsultasi via WhatsApp
Biar Gak Overbudget! Pilih Jasa Kontraktor Rumah di Limo, Depok yang Jelas Harganya – KonstruksiTuntas.com
Rated 0 out of 5Rp4.500.000 -
Konsultasi via WhatsApp
Jasa Renovasi Rumah di Bekasi – KonstruksiTuntas.com Siap Atasi Semua Keluhan Rumah Bapak dan Ibu
Rated 4.47 out of 5Rp4.500.000 -
Konsultasi via WhatsApp
Cari Jasa Renovasi Rumah di Palmerah, Jakarta Barat? Kontraktor dengan Harga Terjangkau Hanya di KonstruksiTuntas.com!
Rated 4.47 out of 5Rp4.500.000








