Balok tumpuan & lapangan – Kalau kamu sedang membaca gambar kerja struktur bangunan, pasti sering menemukan istilah balok tumpuan. Tapi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan balok tumpuan?
Balok tumpuan adalah bagian balok beton bertulang yang terletak di ujung bentang, tepat di titik pertemuan dengan kolom atau dinding. Di sinilah beban bangunan disalurkan dari balok menuju elemen pendukungnya. Karena posisinya di ujung, balok tumpuan menerima gaya geser yang lebih besar dibandingkan bagian tengah balok.
Menurut penelitian dari Universitas Gadjah Mada, area tumpuan merupakan bagian kritis pada struktur balok karena beban geser maksimum biasanya terjadi di dekat kolom. Oleh karena itu, jarak tulangan geser (sengkang) di area ini harus lebih rapat untuk menghindari keruntuhan geser (Santosa, 2020).
Dengan kata lain, kalau kamu lihat gambar kerja lalu menemukan sengkang yang lebih rapat di dekat kolom, itu bukan kebetulan. Itu adalah strategi desain yang mengikuti aturan SNI 2847:2019.
Kami di KonstruksiTuntas.com sering menemukan kasus di lapangan, di mana kontraktor sembarangan menaruh tulangan tanpa memperhatikan aturan ini. Akibatnya, risiko retak geser meningkat. Kalau kamu sedang merencanakan pembangunan, pastikan detail tumpuan tidak disepelekan.
Apa Itu Balok Lapangan?
Setelah paham tentang tumpuan, sekarang mari bahas balok lapangan. Balok lapangan adalah bagian balok beton yang berada di tengah bentang, jauh dari kolom atau dinding.
Kalau tumpuan menanggung gaya geser besar, lapangan justru menanggung momen lentur positif. Dengan kata lain, bagian ini lebih berperan dalam menahan tekukan atau lenturan akibat beban yang ada di atas balok.
Menurut riset Universitas Diponegoro, momen positif yang dominan di tengah balok menyebabkan kebutuhan tulangan memanjang (tulangan pokok bawah) lebih besar di area lapangan. Sementara itu, kebutuhan sengkang bisa dikurangi karena gaya geser tidak sebesar di tumpuan (Prasetyo, 2021).
Jadi jangan heran kalau di gambar kerja, jarak sengkang di tengah bentang bisa lebih lebar, misalnya 200 mm, sedangkan di ujung (tumpuan) bisa hanya 100 mm.
Kalau kamu ingin membangun rumah dua lantai, ruko, atau bahkan gedung, memahami perbedaan ini penting supaya struktur aman. Di sinilah tim kami bisa bantu kamu merencanakan desain sesuai kebutuhan dan aturan SNI.
Apa Perbedaan Utama Balok Tumpuan dan Balok Lapangan?
Supaya lebih jelas, mari kita bandingkan:
Lokasi:
Tumpuan berada di ujung bentang (dekat kolom/dinding).
Lapangan berada di tengah bentang.
Jenis gaya:
Tumpuan → gaya geser dominan + momen negatif.
Lapangan → momen lentur positif dominan.
Tulangan dominan:
Tumpuan → sengkang rapat + tulangan atas diperkuat.
Lapangan → tulangan bawah diperkuat + sengkang lebih jarang.
Contoh umum jarak sengkang:
Tumpuan: ± 100 mm.
Lapangan: ± 200 mm.
Menurut riset ITB, perbedaan penempatan dan jarak sengkang ini terbukti meningkatkan kapasitas struktur balok hingga 35% pada pengujian laboratorium (Wijaya, 2022).
Tabel perbandingan ini bisa jadi gambaran buat kamu:
| Aspek | Balok Tumpuan | Balok Lapangan |
|---|---|---|
| Lokasi | Ujung bentang (dekat kolom) | Tengah bentang |
| Beban dominan | Gaya geser & momen negatif | Momen lentur positif |
| Tulangan dominan | Sengkang rapat, tulangan atas | Tulangan bawah, sengkang jarang |
| Jarak sengkang umum | ± 100 mm | ± 200 mm |
Dengan memahami tabel ini, kamu tidak hanya tahu teori, tapi juga bisa lebih percaya diri membaca gambar kerja proyekmu.
Bagaimana SNI 2847:2019 Mengatur Balok Tumpuan dan Lapangan?
SNI 2847:2019 adalah standar nasional Indonesia untuk beton bertulang. Di dalamnya ada aturan detail tentang penempatan tulangan, jarak sengkang, hingga dimensi minimum balok.
Beberapa poin penting terkait balok tumpuan dan lapangan:
Jarak maksimum sengkang ditentukan: tidak boleh lebih dari d/2 atau 600 mm (ambil yang lebih kecil).
Di tumpuan, sengkang harus lebih rapat untuk mengatasi geser.
Di lapangan, fokus pada tulangan bawah karena momen positif lebih dominan.
Tulangan minimum juga diatur untuk mencegah retak berlebih.
Menurut studi Universitas Brawijaya, penerapan SNI ini sangat efektif menurunkan risiko kerusakan pada bangunan sederhana maupun menengah di daerah rawan gempa (Rahmawati, 2021).
Artinya, dengan mengikuti aturan ini, kamu tidak hanya memenuhi persyaratan hukum, tapi juga menjaga keamanan bangunan jangka panjang.
Mengapa Tulangan di Tumpuan Lebih Rapat Dibanding Lapangan?
Banyak orang bertanya, kenapa sengkang di tumpuan harus lebih rapat? Jawabannya: karena gaya geser lebih besar terjadi di area tumpuan.
Bayangkan papan kayu yang ditekan di kedua ujungnya. Ujung papan akan menerima gaya reaksi paling besar dari penyangga. Sama halnya dengan balok beton, ujung atau tumpuan adalah area paling kritis.
Riset Universitas Sebelas Maret membuktikan bahwa balok dengan tulangan sengkang rapat di tumpuan mampu menahan gaya geser hingga 40% lebih tinggi dibandingkan balok dengan sengkang jarang (Suryani, 2020).
Jadi kalau kamu membangun rumah dan sengkang di area tumpuan dibuat renggang, risiko keruntuhan geser bisa meningkat drastis. Itu sebabnya kami selalu menekankan kepada klien agar tidak mengabaikan detail ini.
Apa Itu Momen Positif dan Negatif dalam Balok?
Untuk memahami balok tumpuan dan lapangan, kamu juga harus paham konsep momen.
Momen positif (+): Terjadi di tengah bentang (lapangan). Balok cenderung melendut ke bawah.
Momen negatif (–): Terjadi di tumpuan. Balok cenderung melendut ke atas.
Menurut teori struktur (Hibbeler, 2017), distribusi momen ini menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan tulangan. Itulah sebabnya:
Tulangan atas lebih banyak di tumpuan (untuk menahan momen negatif).
Tulangan bawah lebih banyak di lapangan (untuk menahan momen positif).
Kalau kamu sudah paham konsep ini, membaca diagram momen di gambar kerja akan jauh lebih mudah.
Contoh Gambar Kerja Balok Tumpuan dan Lapangan
Supaya lebih konkret, mari ambil contoh balok dengan panjang bentang 3 meter, lebar 15 cm, dan tinggi 30 cm.
Di tumpuan: sengkang dipasang tiap 100 mm, tulangan atas diperkuat.
Di lapangan: sengkang dipasang tiap 200 mm, tulangan bawah diperkuat.
Ilustrasi ini sering muncul di gambar kerja proyek perumahan. Sayangnya, banyak kontraktor kecil yang asal menyalin gambar tanpa paham fungsi setiap detail.
Menurut penelitian Universitas Udayana, salah penempatan tulangan sering jadi penyebab utama keretakan dini pada balok rumah tinggal (Ardana, 2021). Jadi jangan anggap sepele.
Kalau kamu sedang memegang gambar kerja dari kontraktor, coba periksa kembali detail sengkang di tumpuan dan lapangan. Kalau ragu, tim kami bisa bantu melakukan review gambar kerja sebelum kamu lanjut ke tahap eksekusi.
FAQ Seputar Balok Tumpuan dan Lapangan
1. Apa itu balok tumpuan?
Balok di ujung bentang yang menahan gaya geser besar dan momen negatif.
2. Apa itu balok lapangan?
Balok di tengah bentang yang menahan momen positif.
3. Berapa jarak sengkang di tumpuan dan lapangan?
Umumnya 100 mm di tumpuan dan 200 mm di lapangan, tergantung hasil perhitungan struktur.
4. Apa bedanya momen positif dan negatif?
Momen positif terjadi di tengah balok (melendut ke bawah), momen negatif di ujung balok (melendut ke atas).
5. Apakah SNI 2847:2019 wajib diikuti?
Ya, ini adalah standar nasional yang mengatur beton bertulang agar aman dan tahan lama.
Kesimpulan
Sekarang kamu sudah tahu bahwa balok tumpuan dan lapangan punya peran berbeda. Tumpuan fokus menahan gaya geser besar dan momen negatif, sementara lapangan menahan momen positif. Perbedaan ini berpengaruh langsung pada penempatan tulangan dan jarak sengkang.
Semuanya sudah diatur jelas dalam SNI 2847:2019, jadi kalau kamu mengikuti aturan ini, bangunanmu bukan hanya aman tapi juga awet.
Kalau kamu masih bingung membaca gambar kerja atau butuh bantuan merencanakan struktur sesuai standar, kami di KonstruksiTuntas.com siap membantu kamu. Dengan pengalaman kami di dunia konstruksi, kami bisa pastikan rumah atau bangunanmu berdiri kokoh sesuai aturan yang berlaku.
Kami Menawarkan Layanan:
-
Konsultasi via WhatsApp
Butuh Jasa Desain Interior? Kami Solusinya, Lengkap dengan Render 3D & RAB Detail Hanya 75 Ribu/m²
Rated 4.80 out of 5Rp75.000 -
Konsultasi via WhatsApp
Jasa Arsitek Desain Rumah dan Kantor Hanya 40 Ribu/m² Saja, Pesan Sekarang
Rated 4.80 out of 5Rp40.000 -
Konsultasi via WhatsApp
Jasa Kontraktor Gudang – Bangun Gudang Kokoh dengan Biaya Terjangkau Hanya di KonstuksiTuntas.com
Rated 4.59 out of 5Rp5.500.000
-
Konsultasi via WhatsApp
Biar Gak Overbudget! Pilih Jasa Kontraktor Rumah di Limo, Depok yang Jelas Harganya – KonstruksiTuntas.com
Rated 0 out of 5Rp4.500.000 -
Konsultasi via WhatsApp
Jasa Renovasi Rumah di Bekasi – KonstruksiTuntas.com Siap Atasi Semua Keluhan Rumah Bapak dan Ibu
Rated 4.47 out of 5Rp4.500.000 -
Konsultasi via WhatsApp
Cari Jasa Renovasi Rumah di Palmerah, Jakarta Barat? Kontraktor dengan Harga Terjangkau Hanya di KonstruksiTuntas.com!
Rated 4.47 out of 5Rp4.500.000








